Ketut Jengki Terima Penghargaan Pengabdi Seni Dari Gubernur Bali

  • 02 Juli 2015
  • Dibaca: 620 Pengunjung
Ketut Jengki Terima Penghargaan Pengabdi Seni Dari Gubernur Bali

Warga desa Tusan, Ketut Jengki Suparta memperoleh penghargaan sebagai pengabdi seni dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika  bersama delapan  seniman dari kabupaten/kota  se-Bali terkait pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-37 tahun 2015 di Gedung Kesirarnawa Taman Budaya Denpasar, Rabu (1/7) malam.

Delapan seniman lainnya yang menerima penghargaan tersebut umumnya telah berusia lanjut (lansia) terdiri atas I Gusti Wayan Dangin (89), dari Banjar Padangaji Kangin, Desa Piringsari, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem dan I Wayan Kadra (72) dari Lingkungan Terusan, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. I Gusti Ngurah Gede Pemecutan (80) dari Kota Denpasar, Made Renten S.Pd (63) dari Dusun Dharma Yadnya, Desa Tukadmungga, Kabupaten Buleleng, I Nyoman Subrata (66) dari Kabupaten Bangli, I Gusti Ngurah Ketut Sudiarta (68) dari Banjar Tengah, Kukuh Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Gusti Ketut Lodri  (73) dari desa Mekar Bhuana, Abiansemal  dan I Dewa Putu Tegeg (77) dari Lingkungan Kelod Kauh, Kelurahan Abianbase Kabupaten Gianyar.

Penghargaan yang diterima Ketut Jengki tak lepas dari pengabdiannya di bidang seni khususnya tari barong. Ketut Jengki juga aktif memberikan masukan kepada Pemkab Klungkung dalam mempersiapkan duta seni daerah itu mengikuti kegiatan Pesta Kesenian Bali (PKB) tingkat Provinsi Bali.Berkat masukannya itu, duta seni Klungkung pada PKB tahun 2006 tampil dengan Barong Somi yang ternyata mampu memberikan nuansa lain, berbeda dengan duta seni kabupaten/kota lainnya.

Pria yang sehat bugar pada usia senjanya itu dengan senang hati mengajar anak-anak muda dalam menarikan barong untuk pementasan wisata maupun barong yang disakralkan. Melalui pelatihan yang dilakukan secara tulus iklas kepada generasi muda dengan harapan mampu mencetak seniman barong yang bermutu dan beretika dalam mementaskan tari barong. Hal itu dilakukan, karena tidak senang melihat seniman menarikan barong secara ceroboh, lebih-lebih barong tersebut sakral (disucikan) masyarakat desa pekraman.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha menjelaskan, pihaknya jauh sebelumnya melakukan seleksi terhadap puluhan seniman berprestasi dari delapan kabupaten dan satu kota di daerah ini.

Tim yang melakukan seleksi beranggotakan utusan dari instansi terkait dalam bidang seni dan budaya. Masing-masing pemerintah kabupaten/kota mengusulkan sejumlah senimannya yang dinilai mempunyai prestasi dan pengabdian dalam bidang seni dan budaya yang menonjol pada masanya.

Tim tingkat provinsi menyeleksi mana-nama yang dikirim oleh masing-masing kabupaten/kota, didasarkan atas prestasi, dedikasi, dan pengalaman dalam memajukan seni budaya di Bali, khususnya di daerah masing-masing.

Pemprov Bali selama 37 tahun pelaksanaan PKB telah memberikan penghargaan kepada 409 seniman, termasuk sembilan orang yang diberikan dalam pelaksanaan PKB kali

  • 02 Juli 2015
  • Dibaca: 620 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita